Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2008

Kembang Tasbih

dalam gelapnya malam
tetes-tetes peluh mengalir
mengantar sekuntum bunga

seringai manis
mengiring tangis
memecah kebisuan malam

kuberi engkau
sebuah nama : kembang tasbih

Sabtu, 22 Desember 2007

Kamis, 20 Desember 2007

Terbakar Rindu

adalah rindu jua

membuatku melayang menembus batas

dinding hati menyeruak bersama mega

terbawa angin

entah akan tertambat direlung kekasih

adalah rindu jua

yang menghantam naluri

tersadar dalam kehampaan tak berkesudahan

adalah rindu jua

tertatihku menata hati

yang terlanjur terkoyak

adalah rindu jua

yang sekian lama terpendam

memacu adrenalinku

untuk slalu sadar

bahwa aku bukan milikku

juga bidadariku

meski hanya lelayang diarena

mimpiku

adalah rindu jua

membuat asaku slalu

berharap padaNya

untuk sgala kebahagiaannya


kostrad, 240307

Senin, 10 Desember 2007

Epilog 2

jika Kau izinkan,
kuingin menghirup habis
wangi kesturimu
dalam tiap sujudku

jika Kau izinkan,
kupersembahkan cinta seluas galaksi
selesat cahaya kuingin jumpaiMu
dalam tiap takbirku

jika Kau izinkan,
matikan aku
dalam dekapanMu

Epilog 1

separuh malam
bintang malu bersembunyi
dibalik punggung awan mendung
bersambaran petir getir
menyambar sanubari yang lelah

separuh malam
sebenarnya : tak perlu ada lagi kerisauan
sebab kurasakan jemari lembutMu
menampar pedih

separuh malam
belum lagi basuh relung hati
syaraf otakku mengelana
mencari jalan mencabik-cabik belukar
jantung kegalauan

separuh malam
Kau menertawaiku lewat
hembusan angin diperaduan
ketakutanku tak jumpai Kau
disetiap aliran darah
nafas dan lafadzku

separuh malam
meskikah kutunggui
agar fajar tak segera menjelang

separuh malam
kusunting kau
dengan ketakwaan maharku

Sabtu, 08 Desember 2007

Terbatas Kata

kehangatan
tak terbatas kata

samudra kelembutan
tak terbatas kata

cintaku terbatas kata

Kekasih............

Jumat, 07 Desember 2007

Seuntai Kata Buat Gadis Diujung Asa

Rindu

Embun

membias cahaya surya
menyinari seluas ruang hati
kala jatuh dalam pelukan bumi sukmaku

basah,
membasah-basah jiwa
saat cinta mendahaga

Rabu, 05 Desember 2007

Hujan

titik titik titik
tikitikitik tik tik tik
tik tik tik kitikitik
tik tik tik
tik tik tik
kitik tik tik tik
tik
tik
tik
tik
tik
tikitikitikitik tik

menggelitik
membaris
menembus
batas ruang hati
merintik

titik-titik tikitikitik
tik tik tik tik tikitikitik tik
tik tik
tik tik tik
tik
tikitikitikitik
tik tik tik tik tik tik titik

belum jua sampai titik

Senin, 03 Desember 2007

Melati

wangimu membasuh dahagaku
di savana hijau kemuraman

Melati,
rinduku memang tak berbilang
cintaku lagipun tak terbayang
kuhalau bahkan

Melati,
terus saja kau menguntitku
dikegamangan hatiku

Melati,
sadarkah kau
digenggaman jiwaku
telah tertanam mawarku
berduri perih dialah rembulanku

Melati,
cukup di dalam hati

Sabtu, 01 Desember 2007

lelaki tengah malam

lelaki tengah malam
mengepulkan asap rokok
tanpa asa melayang
melambungkan impian nisbi
terbingkai kepahitan

lelaki tengah malam
masih mengepulkan asap
mempemainkan jemari kehampaan
langkahnya gontai tak bersemangat
lunglai keyakinannya
perlahan tak pasti
susuri jalan yang pernah ia lalui

lelaki tengah malam
terjerembab dalam kubangan gelap malam
payah ia meraih pegangan
cuma ranting rapuh
kembali terpuruk ia
bahkan lebih dalam kelam

lelaki tengah malam
kehilangan cintaNya
melayang

Jumat, 30 November 2007

lewat puisi kutumpahkan rinduku

hari ini matahari boleh jadi
kelelahan menyinari bumi jakarta
udara bisa jadi mengoceh lantang
sebab kotor ulah manusia
tapi bukan polusi
juga bukan najis

Sore sudah tak terasa
aku pandangi tanpa kedip
wajahMu
tapi tak kutemukan
hatiku disetiap asmaMu
atau
mataku dikabutkan dosa
hingga tak lagi kutemukan
senyumMu dalam setiap sujudku
dalam setiap tasbihku
dalam setiap zikirku

Rabb
kumerinduMu

Jakarta masih seperti kemarin
saat rinduku mendesak-desakku
segera bersujud
agar kutemukan Engkau dalam
setiap desah nafasku

Rabb
kumerinduiMu

terjatuh dalam pelukan cinta

sumir
senyap
kelabu

merindumu

menggundah hati
tak jua tersampaikan
letih
bibirku kelu mengucap rindu
tak terbilang
melayang