Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2007

Keajaiban ASI dari Perempuan yang Terinfeksi HIV

Jika selama ini perempuan yang terinfeksi HIV dilarang memberikan ASI pada bayinya untuk mencegah penularan AIDS, maka yang terjadi di Afrika justru sebaliknya. Bayi-bayi yang disusui ASI secara eksklusif oleh ibu yang terinfeksi HIV justru tidak tertular.

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan dalam Lancet Medical Journal, diketahui bahwa para perempuan yang terinfeksi HIV di Afrika memberikan ASI eksklusif kepada bayinya tanpa diberi susu formula dan makanan tambahan lainnya.

Sebanyak 1.372 perempuan terinfeksi HIV positif dilibatkan dalam penelitian tersebut dan ditemukan hanya 4% bayi yang tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) karena mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan setelah dilahirkan.

Bayi yang diberi ASI dan juga mendapat susu formula kemungkinan dua kali lebih besar tertular virus dari ibunya, dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif. Sementara itu, bayi yang mendapat makanan tambahan disamping ASI, peluang terinfeksinya menjadi sebelas kali lebih besar.

Para peneliti menduga hal ini terjadi karena alasan biologis. Menurut mereka, selaput lendir yang melapisi usus dan kandungan dari ASI menjadi lapisan pertahanan agar tubuh tidak terinfeksi HIV. Seperti kita ketahui, komponen utama pada ASI yang disebut prebiotik memang memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Penelitian tersebut juga menemukan angka kematian bayi berusia tiga bulan yang mendapat ASI eksklusif hanya setengah dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan susu botol. Sebanyak 15% bayi dari ibu terinfeksi dan tidak disusui meninggal di usia tiga bulan, sedangkan bayi yang disusui eksklusif hanya 6 % yang meninggal.

Perempuan hamil yang terinfeksi HIV sangat berisiko menularkan penyakit itu kepada janinnya. Setelah melahirkan pun, bayi tidak disarankan untuk diberikan ASI karena dikhawatirkan air susu dari ibu yang terinfeksi juga mengandung virus.

Kondisi di Afrika memang jauh dari kondisi kesehatan yang ideal. Pemberian susu formula justru tidak menyehatkan karena susu formula dicampur dengan air yang tidak bersih dengan sanitasi yang buruk.

Kondisi tersebut tentu membuat bayi lebih rentan terkena berbagai penyakit dan memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, sehingga masuk akal jika bayi yang mendapatkan ASI akan lebih kuat terhadap infeksi.

Di Afrika Utara, diperkirakan 150.000-350.000 bayi terinfeksi HIV setiap tahunnya. Dengan hasil studi ini, disarankan agar bayi yang ibunya terinfeksi HIV dan tinggal di area yang standar kesehatannya rendah untuk diberikan ASI eksklusif. Dengan pemberian ASI secara eksklusif, mereka bisa menyelamatkan hidup 50.000-10.000 bayi setiap tahunnya. (www.info-sehat.com)

Vertigo

  • Kata `vertigo' berasal dari Bahasa Latin yaitu vertere yangartinya memutar. Nama ini diberikan kepada orang yang biasanya merasa dunia di sekitarnya berputar sehingga hilang keseimbangan.

    Pada dasarnya vertigo merupakan keluhan, bukan penyakit. Namun, keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Jadi, sekalipun bukan penyakit, vertigo tidak boleh disepelekan. Vertigo bisa jadi merupakan pertanda penyakit-penyakit seperti tumor otak, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), jantung, dan ginjal. Semakin dini vertigo ditangani akan semakin cepat dapat diatasi.

    Penyakit yang juga disebut vestibulars disorders atau gangguan vestibular ini adalah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem keseimbangan kita, biasanya gejala yang timbul adalah rasa berputar (ingin jatuh), telinga berdengung dan kadang-kadang dengan rasa mual.

    Dr. Troeboes, salah seorang dokter yang pernah masuk dalam tim dokter mantan Presiden Soeharto, mengatakan keluhan vertigo disampaikan oleh lima persen dari seluruh pasien yang berobat di tempat-tempat praktik dokter umum.

    Jenis vertigo
    Vertigo diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan saluran vestibular yang mengalami kerusakan, yaitu vertigo periferal dan vertigo sentral. Saluran vestibular adalah salah satu organ bagian dalam telinga yang senantiasa mengirimkan informasi tentang posisi tubuh ke otak untuk menjaga keseimbangan.

    Vertigo periferal terjadi jika terdapat gangguan di saluran yang disebut kanalis semisirkularis, yaitu telinga bagian tengah yang bertugas mengontrol keseimbangan.
    Vertigo jenis ini biasanya diikuti gejala-gejala seperti :
    - pandangan gelap
    - rasa lelah dan stamina menurun
    - jantung berdebar
    - hilang keseimbangan
    - tidak mampu berkonsentrasi
    - perasaan seperti mabuk
    - otot terasa sakit
    - mual dan muntah-muntah
    - memori dan daya pikir menurun
    - sensitif pada cahaya terang dan suara
    - berkeringat

  • Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo periferal antara lain penyakit-penyakit seperti benign parozysmal positional vertigo (gangguan akibat kesalahan pengiriman pesan), penyakit meniere (gangguan keseimbangan yang sering kali menyebabkan hilang pendengaran) , vestibular neuritis (peradangan pada sel-sel saraf keseimbangan) , dan labyrinthitis (radang di bagian dalam pendengaran) .

    Sedangkan vertigo sentral terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak, khususnya di bagian saraf keseimbangan, yaitu daerah percabangan otak dan serebelum (otak kecil). Gejala vertigo sentral biasanya terjadi secara bertahap, penderita akan mengalami hal-hal seperti:
    - penglihatan ganda
    - sukar menelan
    - kelumpuhan otot-otot wajah
    - sakit kepala yang parah
    - kesadaran terganggu
    - tidak mampu berkata-kata
    - hilangnya koordinasi
    - mual dan muntah-muntah
    - tubuh terasa lemah

    Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo sentral termasuk antara lain stroke, multiple sclerosis (gangguan tulang belakang dan otak), tumor, trauma di bagian kepala, migren, infeksi, kondisi peradangan, neurodegenerative illnesses (penyakit akibat kemunduran fungsi saraf) yang menimbulkan dampak pada otak kecil.

    Penyebab dan Gejala
    Keluhan vertigo biasanya datang mendadak, diikuti gejala klinis tidak nyaman seperti banyak berkeringat, mual, dan muntah. Faktor penyebab vertigo adalah Sistemik, Neurologik, Ophtalmologik, Otolaringologi, Psikogenik, dapat disingkat SNOOP.

    Yang disebut vertigo sistemik adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya diabetes mellitus, hipertensi dan jantung. Sementara itu, vertigo neurologik adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh gangguan saraf. Keluhan vertigo yang disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan disebut vertigo
    ophtalmologis; sedangkan vertigo yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran disebut vertigo otolaringologis. Selain penyebab dari segi fisik, penyebab lain munculnya vertigo adalah pola hidup yang tak teratur, seperti kurang tidur atau terlalu memikirkan suatu masalah hingga stres. Vertigo yang disebabkan oleh stres atau tekanan emosional disebut vertigo psikogenik.

    Vertigo sering kali disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan yang berpusat di area labirin atau rumah siput di rongga telinga <http://www.info- sehat.com> . Kemungkinan penyebab vertigo antara lain:

    * Infeksi virus seperti influenza yang menyerang area labirin
    * Infeksi bakteri di telinga bagian tengah
    * Radang sendi di daerah leher
    * Serangan migren
    * Sirkulasi darah yang terlalu sedikit sehingga menyebabkan aliran darah ke pusat keseimbangan otak menurun
    * Mabuk kendaran
    * Alkohol dan obat-obatan tertentu

    Penanggulangan
    Cara yang paling tepat untuk mengatasi keluhan vertigo adalah menemui dokter spesialis saraf untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penyebab keluhan vertigo beragam, hampir tidak mungkin untuk mengobatinya secara langsung. Biasanya dokter akan mencari penyebabnya dengan melakukan sejumlah pemeriksaan secara menyeluruh. Jika penyebabnya adalah radang telinga, radang tersebut akan ditangani terlebih dahulu. Namun, ada pula kasus vertigo yang penyebabnya tidak diketahui.

    Karena itu, jangan menganggap remeh gejala vertigo. Begitu Anda merasakan kepala pusing seperti berputar yang sangat hebat dan muncul lebih dari beberapa hari atau bahkan seminggu dan timbul berulang-ulang, segeralah menemui dokter supaya penyebabnya diketahui. Jika tidak, penyakit ini akan berlangsung menahun dan tentunya akan mengganggu kegiatan si penderita.

    Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:

    * Tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi
    * Ba kita berdiri dari tempat tidur ngunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum
    * Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
    * Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian
    * Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak.